Halosumsel.com-
Untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, para petani di Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin memulai menggunakan pupuk Organik
Dalam hamparan 1 hekar lahan padi diperlukan 40 kg pupuk organik dan diaplikasikan saat tanaman berusia 30 hari setelah tanam tabela (tebar benih langsung).
Dalam kegiatan demplot (uji coba) di sawah ketua Gapoktan Rangga Sentosa Ismail Minggu (10/1) dilakukan dengan tujuan mengubah prilaku para petani yang mulai ketergantungan dengan pupuk kimia atau dengan kata lain pupuk anorganik (pupuk kimia, red).
Ismail mengatakan petani disini banyak yang belum menganal jenis dan macam pupuk organik.
“Saya secara pribadi mengucapkan terimakasih atas demplot dilahan saya, nanti kita lihat hasil perbandingannya antara yang dipupuk organik dengan hasil yang tanpa dipupuk organik,” ungkapnya.
Menurut Ismail, kalau dilihat dari penggunaan pupuk kimia kebutuhan pupuk di desa Santan Sari belumlah seberapa besar dibandingkan di wilayah desa lain.
“Petani disini banyak yang masih menggantungkan cara tanam padi dengan cara alamiah, saya kira karena ini lahan eks gambut maka petani kurang menggunakan pupuk,”jelas Ismail.
Dalam hitungan dua tiga tahun kebelakang para petani disini masih bergantung dengan kandungan organik yang ada pada lahan eks gambut. Lahan disini baru saja buka artinya lahan disini masih cukup organik.
Terpisah Dirut PT Bumi Agro Pratama (BAP) Supri, menambahkan, kendati lahan eks gambut masih banyak menggandung unsur mikroba yang tersedia, akan tetapi lambat laun habis terserap tanaman.
Oleh karena itulah lahan eks gambut seperti di Santan Sari ini sangat cocok sekali diberikan tambahan pupuk organik, supaya mikroba didalam tanah bertambah.
“Saya tahu disini lahan eks gambut, masih terdapat unsur mikroba didalamnya, dengan aplikasi pupuk ini dalam 1 ha lahan cukup 40 kg menambah unsur hara yang siap diserap tanaman padi,” tukasnya.
Hadir dalam demplot pupuk organik di desa Santan Sari pata pengurus gapoktan Rangga Sentosa dan kelompok tani antara lain, ketua kelompok tani Rangga Makmur, rangga jaya, rangga sepakat, rangga abadi, dan rangga agung.
Sementara petani Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Supardi mengatakan, tahun ini petani sangat kerepotan sekali oleh gulma atau rumput. Karena semakin hari jenis rumput yang tumbih disela-tanaman padi semakin kebal terhadap herbisida.
Selain itu kelemahan petani disini adalah minimnya alat pemanen padi dan alat olah tanah yang berakibat pada mahalnya upah tenaga kerja.
“Kami minta kepada dinas pertanian agar membantu hand truktor sekitar 3 unit lagi. Karena tahun 2015 dinas pertanian baru membantu 2 unit hand truktor sementara lahan disini luasannya sekitar 235 ha hasil pengukuran yang dilakukan oleh BPS,” harapan petani.(waluyo)

