Halosumsel-
‘Kalap’ melihat uang setoran sopir travel dari arah Baturaja – Palembang, pasang kekasih Vivie (16) dan Rossi (20) nekat membacok Haryadi (45) hingga mandi darah. Dengan menggunakan kunci roda dan kunci Inggris dua sejoli ini berkerjasama merampok saat mobil melintas di Jalan Perindustrian Kecamatan Sukarami pada Minggu (30/9) sekitar pukul 19.30 WIB.
Dihadapan petugas, tersangka Vivie mengaku khilaf melihat uang yang dipegang korban.
“Awalnya kami tidak berniat merampok pak, tapi melihat uang yang dikumpulkan sopir banyak, terlintaslah untuk merampok. Karena uang makan kami habis, sementara perjalanan kami masih jauh. Kami tujuan pergi ke Lampung, tapi ternyata kembali lagi ke Baturaja, tempat kami kabur dari lokasi kerja,” ungkap Vivie, sembari menambahkn baru tiga bulan pacaran dengan Rossi.
Perjalanan tersangka menggunakan mobil travel mobil Daihatsu Xenia BG 1803 RC, berisi dua penumpang saja. Saat melintas di Pos Sukaraja, mobil travel berenti untuk makan.
“Karena kami tidak ada uang untuk makan, akhirnya kami manyiapkan alat-alat untuk merampok, seperti rantai, kunci inggris dan kunci roda. Perjalanan pun berlanjut, penumpang satu persatu turun, sementara kami sudah hampir sampai. Tepat melintas di KM 9, kami mulai berbagi tugas. Rossi bertugas menjerat leher korban dengan rantai dan memukul menggunakan kunci roda, sedangkan saya memukul menggunakan kunci inggris sebanyak tiga kali,” urai warga Putri Dayang 5 Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati, ketika diperiksa anggota piket reskrim Polsek Sukarami.
Hasil rampokan, lanjut Vivie, “akan kami gunakan untuk makan dan tambahan modal nikah nanti. Sayang, mobil kami masuk paret, korban pun berteriak minta tolong, hingga warga beramai-ramai mengepung kami. Yang tertangkap duluan Rossi,” tandasnya.
Kapolsek Sukarami Palembang, Kompol Rivanda membenarkan telah mengamankan kedua tersangka berikut barang bukti yang digunakan untuk melukai korbannya.
“Korban sekarang dirawat di Rs Myria. Sedangkan kedua pelaku, sedang kami ambil keterangannya. Memang awalnya mereka tidak berniat, namun karena tergiur melihat uang korban, dimana saat penumpang turun harus bayar, disitulah timbul niatan untuk merampok. Kini kami masih terus dalami keterangannya,” ungkap Rivanda. (fhy)

