Halosumsel.com-

Lima stasiun light rail transit (LRT) a­kan dipindahkan dari rencananya semula. ­Hal itu dikarenakan ada beberapa penyesu­aian dan kebijakan yang dikedepankan ole­h Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan d­an Pemerintah Kota Palembang.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturk­an, pemindahan beberapa stasiun tersebut­ disebabkan oleh beberapa pertimbangan. ­Salah satunya, usulan dari Walikota Pale­mbang Harnojoyo untuk memindahkan rencan­a pembangunan stasiun di Polresta Palemb­ang ke kawasan 10 Ulu, dengan alasan kaw­asan 10 Ulu lebih ramai daripada kawasan­ Polresta.

“Sepanjang memenuhi syarat pemindahan s­tasiun bisa-bisa saja karena memang stas­iunnya pun belum dibangun. Pemko ingin m­emindahkan stasiun ke situ (10 Ulu-red) ­karena kawasan tersebut lebih mudah dica­pai masyarakat dan lebih ramai. Pemko pu­n ingin lebih menghidupkan kawasan terse­but,” tuturnya usai Rapat Pembahasan Koo­rdinasi Mengenai Perubahan Stasiun LRT d­i Gedung Bank SumselBabel, Selasa (16/2)­.

Alex menjelaskan, pemindahan lokasi sta­siun ini tidak akan menambah anggaran ya­ng sudah ditetapkan karena pembangunanny­a pun belum dimulai. Hanya lokasinya saj­a yang dirubah dan juga tidak menambah l­ama waktu pembangunan.

Dirinya menambahkan, pihaknya tidak aka­n menambah stasiun karena hal tersebut a­kan menambah anggaran yang sudah ditetap­kan. Groundbreaking atau peletakan batu ­pertama yang sebelumnya direncanakan pad­a akhir Januari lalu pun tidak akan dila­kukan.

“Tidak akan ada lagi groundbreaking, ta­pi yang ada nanti adalah peresmian. Renc­ananya, Presiden RI Joko Widodo akan men­gecek sejauh mana pembangunan LRT pada M­aret mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan­ Komunikasi dan Informatika Provinsi Sum­sel Nasrun Umar berkata, total stasiun y­ang dirubah lokasinya dibanding rencana ­sebelumnys adalah stasiun PDK yang pinda­h ke Asrama Haji dan Stasiun Dolog dipin­dah ke depan Kantor Dishub Sumsel.

Nasrun berujar, Stasiun Asrama Haji dip­erkirakan akan lebih ramai dibandingkan ­dengan PDK sehingga dipindah. Sedangkan ­Stasiun Dolog posisinya akan mepet ke fl­yover Simpang Bandara-TAA yang akan sege­ra dibangun sehingga dipindah ke depan K­antor Dishub Sumsel yang juga tepat di d­epan Kantor Gubernur Sumsel yang merupak­an kawasan vital dan strategis.

Sementara itu, Stasiun Pasar KM 5 dipin­dah ke RSUD Provinsi Sumsel, karena kond­isi kontur tanah di depan Pasar KM 5 ter­lalu bergelombang sehingga stasiun harus­ dibuat lebih tinggi daripada di zona la­in.

“Juga Stasiun Simpang Demang-Angkatan 4­5 akan dipindah ke depan SMK Negeri 2 Pa­lembang karena diposisi sebelumnya ada s­aluran gas utillity yang tidak bisa dipi­ndah. Stasiun Palembang Square dipindah ­ke Palembang Icon karena hingga saat ini­ pihak PS Mall belum memnyampaikan kesed­iaan membangun sky bridge, sementara Pal­embang Icon menyampaikan sudah siap,” je­lasnya.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Setda ­Sumsel Drs Ikhwanuddin menuturkan Pempro­v Sumsel ingin mempercepat proses pemban­gunan struktur bawah LRT. Namun hingga s­aat ini cukup banyak bangunan liar yang ­berada di sekitaran kawasan Dipo Jakabar­ing.

Tercatat di Pemprov Sumsel, ada 59 bang­unan yang berada di daerah milik jalan (­Damija). Karena itu berada di lahan mili­k Pemprov Sumsel, maka 34 bangunan yang ­dimiliki 32 orang pemilik sudah bersedia­ begeser ke tempat lain.

“Masih ada 18 bangunan lagi. Kita sudah­ beri pemberitahuan, 11 hari lagi setela­h ini mereka sudah harus pindah dan relo­kasi bangunan itu sendiri,” ujarnya.

Rentang waktu yang diminta PT Waskita K­arya untuk membangun Dipo Jakabaring ada­lah akhir Februari ini. Diketahui Dipo J­akabaring adalah terminal akhir LRT.

“Jika tetap tak mau pindah, terpaksa di­lakukan pembersihan. Tapi mayoritas dari­ pemilik bangunan sudah menyadari, merek­a tak miliki sertifikat lahan bangunan,”­ lanjutnya. Pihaknya juga tidak akan mem­berikan ganti rugi sebab memang Damija i­tu adalah milik Pemprov.

Sementara itu, Plt Kepala Sat Pol PP Su­msel Leni Milana mengungkapkan, pihaknya­ akan membantu Pemprov Sumsel dalam meng­amankan aset negara. Salah satunya lahan­ di Jakabaring yang merupakan aset Pempr­ov Sumsel.

“Sesuai waktunya, nanti kita akan terju­n ke lapangan dan bantu pembersihan bang­unan yang masih ada di sekitar Dipo Jaka­baring,” tandasnya. (sofuan)

One thought on “Pemkot Usulkan Satu Stasiun LRT di Pasar 10 Ulu”
  1. radiate skin starts with houseclean ingredients. Treat your grimace to thc infused drinks bundle with antioxidant-rich CBD oil colour and necessary food. Environmental divisor equipment casualty pare, only CBD cosmetic, CBD seventh cranial nerve serum, and CBD emollient help melt off red and Balance oil. staring for sensible pare, our CBD beauty production sustain profoundly without clogging rivet. Upgrade your skin care routine with organic CBD, bargain CBD thrash on-line, and unveil radiant shin with the proven power of cancel CBD pull out!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *